SECUIL KENANGAN TUJUH BELASAN


Dulu di desaku kalau sudah masuk bulan Agustus jalan-jalan mulai semarak. Apalagi beberapa hari menuju tujuh belasan, wiiih bendera warna-warni dipasang,patok-patok* berderet di tepi jalan. Belum lagi gapura yang unik-unik hampir di setiap perempatan. Ramenya. 

Beragam lomba-lomba di adakan untuk meramaikan hari istimewa ini. Tentu lomba yang gak pernah ketinggalan disetiap perayaan Agustusan adalah panjak pinang. Tahu kan? Itu lho pohon pinang yang  dikasih pelicin,biasanya oli. Lalu setiap regu yang ikut, masing-masing berjuang mencapai puncak untuk meraih hadiah di atasnya. Biasanya satu regu terdiri dari 5-6 laki-laki dewasa. Mereka berusaha memanjat pohon pinang yang sudah dipelicin dengan saling mengangkat anggota regu masing-masing. Nanti yang kebagian paling atas harus berusaha naik sendiri/panjat pohon pinang setingi kurang lebih 15 meter. Penonton akan bersorak-sorai jika salah satu regu akan mencapai puncak. Meriah pokonya.

Oh ya waktu aku SD setiap tujuh belasan pasti di suruh membawa bekal. Nanti kami semua akan berjalan ke SD Impres untuk melaksanakan upacara. Setelah itu baru kami semua berjalan keliling desa diiringi gamelan, nah setelah kembali ke sekolah barulah makan bekal sama-sama. Aku masih ingat lho makanan di setiap Agustusan itu tidak jauh dari sambal goreng, mie, sama telur. Deuh jadi kangen masakan Mama.

Agustusan memang hari istimewa, tak terkecuali bagi warga di desaku. Demi hari kemerdekaan itu masyrakat akan mengecat bangunan rumah, gapura di gerbang rumah dengan cat merah putih. Malah ada lho yang sengaja membeli bendera merah putih yang baru demi hari kemerdekaan RI.

Itulah sedikit kenanganku akan tujuh belasan. Akhir kata Dirgahayu Indonesiaku ke-69, semoga semakin jaya dan kokoh. Amin. Merdeka!!


Catatan :
Patok = bambu yang dipotong sepanjang 40cm dan dicat merah putih untuk dipasang dipinggir jalan




3 comments

  1. Barongan yang di kuda lumping atau barongsai yang itu Mbak? asik dong hehe ...

    ReplyDelete
  2. Barongan/barongsai ... dulu takut banget kalau-kalau mulutnya yang lebar bakal nelen aku ... hahahaha

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Salam hangat.