Tips Menulis Cerita Anak






Halo, assalamualaikum...
Jumpa lagi dengan Mamak Dhifa. Kali ini, saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang cara menulis cerita anak. Ssstt... bukan maksud menggui, hanya berbagi sedikit pengalaman saja.  Tulisan seperti ini sudah banyak banget. Teman-teman pasti sudah sering menemukannya, ya.  Tulisan saya kali ini berdasar apa yang saya rasakan. Jadi, bisa saja berbeda dengan teman-teman proses menulisnya. Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari tulisan ini.

Nah, apa yang harus dilakukan saat mau menulis cerita anak?

1. Tentukan dulu, kita mau menulis cerita anak jenis seperti apa? Eh, kok jenis, ya. Ah pokoknya gitu sih (ini hanya istilah saya aja, biar enak) Apakah cerita anak yang pendek-pendek seperti untuk picbook atau yang berupa kumpulan cerita (ini biasanya ceritanya lebih panjang-panjang).

2. Baca buku yang sesuai dengan cerita yang akan kita tulis. Semisal kita mau nulis picbook, perbanyaklah baca picbook biar kita dapat feelnya. Beneran ini bisa membawa banget, jadi kalau banyakan baca pictbook rasa-rasanya nulis kita juga lebih kebawa ke tulisan pictbook. Pokoknya perbanyak baca buku anak.

3. Mulai cari ide. Nah, ide ini bisa didapat dari sekitar kita. Tinggal kita jeli atau enggak untuk menangkapnya, hehehe. Bisa dari menonton film, tv, baca buku, tingkah laku anak atau kenangan masa kecil.

4. Mulai menulis. Sebisa mungkin saat menulis ketika kondisi on fire. Lagi semangat-semangatnya mau nulis. Biar feelnya terasa. Sepengalaman saya, saat lagi semangat-semangatnya terus ditunda saat mau nulis lagi feel udah beda. Rasanya hambar. Jadi, sebisa mungkin memang pas lagi semangat langsung diselesaikan saja.

5. Setelah selesai menulis, endapkan. Sebisa mungkin endapkan dulu baru kirim. Biasanya akan kelihatan bolong sana-sini hehehe.

Sekiranya itu dulu, celoteh Mamak Dhifa hari ini. Apabila kurang berkenan mohon maaf ya. Dan apabila ada tambahan sila ditambakan di kolom komentar, ya. Saya juga masih pemula dan masih belajar.


Terima kasih sudah mampir.

Salam hangat,

Mamak Dhifa

No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Salam hangat.