Rezeki Tak Terduga

Piagam Penghargaan dari Konten Kanal PAUD 2019

Alhamdulillah tahun ini saya berkesempatan menjadi nominasi pemenang lomba konten kanal PAUD 2019. Ya, dari 485 naskah yang masuk, hanya diambil 18 naskah saja. Berarti 1:26 kan? Alhamdulillah sekali naskah saya masuk dalam 18 besar tersebut. Joi dan Pertunjukan Musik yang diilustrasikan dengan apik oleh Pak Maman Mantox (terima kasih, Pak Guru *salim).

Senang, bangga, haru campur jadi satu. Benar-benar tak menyangka. Apalagi saat tahu naskah saya ternyata juara II. MasyaAllah saya benar-benar speechless. Ya gimana enggak, para nominasi adalah penulis-penulis senior saya yang sudah tak diragukan lagi prestasi dan kemampuannya. Saya bisa masuk nominasi saya sudah bungah apalagi sampai juara. Seperti mimpi.

dari kiri ke kanan (Mbak Dwi Rahmawati, Mbak Esti Asmalia, Mbak Erawati Heru Wardhani, Mbak Nindya Maya, Mbak Ari Subeno, Saya, Mbak Beby Haryanti Dewi, Mbak Weni Rahayu,-)

Mereka sebgian pemenang lomba konten kanal PAUD. Nama-nama mereka sudah  saya kenal sejak lama. Dan saya benar-benar beruntung bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka. 

Sebenarnya saya bukan pertama kali ikut lomba Kanal PAUD. Pertama tahun 2016, saya ikut tapi belum beruntung. Tahun 2017 saya skip tak ikut karena satu dan lain alasan. Tahun 2018, saya ikut dengan modal nekat, ilustrasi cerita sendiri dengan gambar pas-pasan. Sudah bisa ditebak, saya gagal lagi. Nah, tahun  ini saya kembali niatkan ikut lagi. Meski saya yakin pesertanya pastilah membludak. Saya beranikan diri menggandeng ilustrator. Saya pikir jikapun saya gagal lagi, naskah tersebut bisa dikirim ke penerbit. Dan, ya, kali ini sepertinya hasil tidak menghianati usaha. Alhamdulillah saya lolos.


Benar kata orang, tidak ada sesuatu yang instan. Bahkan mau makan mie instan saja harus dimasak dulu. Dan, ya, saya mengalaminya, tak cukup sekali usaha untuk lolos lomba dari Dirjen PAUD ini. Meski mungkin bagi beberapa orang nasibnya berbeda, ada yang sekali ikut langsung goal. Tapi tidak berlaku untuk saya. 

Lalu, saya juga berpikir salah satu kunci lolos lomba (apapun) adalah persiapan yang matang. Saya mengalami di dua lomba Kemendikbud tahun ini. GLN dan Kanal PAUD, dua-duanya saya perisapan matang. Bahkan saya kirim awal-awal. Dan sepertinya ini teguran dari Tuhan, agar saya beralih dari tim deadliners menjadi tim gasikers hahaha. Sebab, dulu-dulu saya selalu kirim naskah lomba mepet DL dan yaaa hasilnya seperti itu. Hehehe. Tapi ada juga sih yang deadliners tapi bejo, itu mungkin tergantung amal ibadah masing-masing kali, ya. Haha saya masih harus belajar.

Demikian celoteh Mamak Dhifa kali ini. Terima kasih sudah berkenan mampir. Semoga keberkahan selalu melingkupi kita semua. Aamiin.


Salam hangat,

Mamak Dhifa




No comments

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Salam hangat.